Wednesday, May 16, 2012

BERFIKIR


BAB I

PENDAHULUAN


Latar Belakang

Dalam ilmu psikologi ada bagian yang membahas tentang cara berpikir, manusia sebagai salah satu mahluk ciptaan Tuhan yang diberi akal, harus memanfaakan anugrah Tuhan yang luar biasa ini untuk berpikir. Oleh karena itu, berpikir merupakan hal yang tak terpisahkan dari kehiupan setiap manusia  

Berpikir merupakan suatu proses untuk memahami sesuatu objek piker dengan menggunakan kaidah-kaidah yang sistematis dan beurutan sehingga dapat menemukan kesimpulan yang sesungguhnya.

Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
  1. Mengetahui bagaimana proses berpikir
  2. Menerapkan proses berpikir dalam kehidupan sehari-hari
  3. Mengembangkan pengetahuan tentang berpikir sesuai dengan pengetahuan yang telah ada
  4. Memenuhi tugas mata kuliah pengantar psikologi


Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan proses berpikir?
  2. Faktor apa saja yang mempengaruhi proses berikir?
  3. Factor apa saja yang menghambat proses berpikir?
  4. Bagaimana cara proses berpikir itu terjadi?
  5. Bagaimana implementasi proses berpikir dalam kehipan sehari-hari?



BAB II

PEMBAHASAN


A. Pengertian Proses Berfikir

Ada bebrapa pengertian mengenai berikir sebagaimana dipaparkan sebagai berikut:
  1. Al-jurjani mengatakan berpikir sebagai sebagai suatu kerja otak adalah menyusun berbagai objek tahu untuk memperoleh kesimpulan. 
  2. Syekh Quwaisini juga menyatakan bahwa berpikir adalah gerkan jiwa dalam memahami objek pikir.
  3. Para ahli psikologi mengatakan bahwa berpikir adalah manipulasi berupa kata-kata, kesan visual, suara  atau data pada suatu modalitas lain. Apa yang terjadi dalam berpikir adalah mengubah representasi inforamsi ke dalam bentuk yang baru dan berbeda yang bertujuan utnuk menjawab pertanyaan, memcahkan masalah  atau memncapai tujuan tertentu.  

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa berikir merupakan suatu proses kerja otak dengan menyusun obyek tahu dengan memanipulasi berupa kata-kata, kesan visual, suara atau data bertujuan untuk memahami obyek pikir sehingga dapat diperoleh kesimpulan yang dapat menjawab pertanyaan, memecahkan masalah atau mencapai tujuan tertentu. 

Proses berpikir menurut pendapat-pendapat berbagai ilmu jiwa:
  1. Menurut Ilmu jiwa Asosiasi (ilmu jiwa yang penyelidikannya atas dasar adanya tanggapan-tanggapan yang saling tarik-menarik atau tolak-menolak) berpendapat bahwa berpikir berlangsung secara mekanis. Yaitu tanggapan-tanggapan yang sejenis akan tarik-menarik dan yang tidak sejenis akan tolak-menolak, yang ini  dapat diukur dengan ilmu pasti.
    Tanggapan-tanggapan sejenis yang memeliki ciri yang sama berkumpul menjadi satu, dan itulah hasil pikiran kita.
  2. Menurut Ilmu jiwa Apersepsi (Ilmu jiwa yang penyelidikannya atas dasar sesuatu yang aktif dalam jiwa) berpendapat bahwa dalam proses berpikir jiwa ikut aktif. Yaitu memberi arah dan mengatur proses tersebut.
  3. Menurut Ilmu Jiwa Berpikir berpendapat berpikir ialah bergaul dengan pengertian-pengertian. Di delam proses berpikir:

  • Arah pikiran ditentukan oleh soal yang dihadapi (determinirende tendenz).
  • Berpikir itu menggunakan sejumlah pengertian-pengertian yang kemudian menjadi komplek (complex erganzung). 
  • Berpikir menggunakan bagan berpikir (anticiperen schema).
  • Berpikir adalah soal yang menggunakan metode-metode berpikir (Losung Methoden).

Dalam berpikir ada istilah tentang pengetahuan, akal, ilham dan Aha Erlebnis. Maksud dari pengertian kata-kata tersebut adalah:
  1. Pengetahuan
    Pengetahuan adalah tanggapan-tanggapan, pengertian-pengertian, keputusan-keputusan yang tepat berada dalam jiwa.
  2. Akal
    Akal merupakan alat untuk berpikir, yaitu daya jiwa kita yang meletakan hubungan-hubungan antara pengetahuan-pengetahuan itu.
  3. Ilham
    Ilham disebut juga wahyu, yaitu sesuatu yang hanya diberikan kepada nabi untuk mengatur tata tertib di dunia.
  4. Aha Erlebnis
    Aha Erlebnis (Dalam bahasa indonesianya: O, tahu aku!) adalah suatu peristiwa datangnya tanggapan atau pengertian yang timbul secara tiba-tiba.

B. Faktor Dalam Proses Berfikir
Dalam proses berpikir juga terpengaruh oleh factor-faktor perkembangan manusia, artinya cara berpikir orang dewasa tentu akan berbeda dengan anak-anak, pendapat para ahli tentang tahapan perkembang manusia:

1. Pendapat para ahli yang mengikuti paham nativistik.

Menurut para ahli yang mengikuti pendirian/aliran nativistik berpendapat bahwa perkembangan individu ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak lahir. Ahli-ahli yang mengikuti pendirian ini biasanya mempertahankan konsepsi ini dengan menunjukan berbagai kesamaan atau kemiripan antara orangg tua dan anak-anaknya, dengan demikian orang tua yang cerdas kemungkinan anaknya juga cerdas dalam berpikir sesuai apa yang menjadi sifat orang tuanya.

Memang benar kenyataan menunjukan kesamaan sifat antara ayah dan anaknya, akan tetapi pendirian ini pantas diragukan pula, apakah kesamaan yang timbul yang ada pada diri orang tua dan anak hanya terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya nativis saja? Jika yang demikian benar berarti tidak ada gunanya kita mengadakan pendidikan pada anak orang lain. Karena hasilnya juga akan sama saja (tidak ada pengaruh dari pendidikan yang kita lakukan terhadap orang lain karena pendidikan merupakan factor yang berasal dari luar individu). Jadi panntaslah diragukan pendapat ini untuk diterima secara utuh.

2. Pendapat para ahli yang mengikuti pendirian empiristik dan environmentalistik.

Menurut para ahli yang berpegang pada pendirian empiristik mempunyai pendapat yang bertentangan dengan pendirian nativistik, menurut mereka bahwa perkembangan individu semata-semata tergantung pada lingkungan, sedangkan factor yang berasal dari dalam individu tidak memainkan peranannya. jadi konsekuensinya lingkunganlah yang masuk pencaturan, lingkunganlah yang membentuk pribadi dan paling berpengaruh terhadap perkembangan individu. Maka apakah pendapat ini dapat dipertahankan? Ternyata pendapat ini kurang tahan uji terhadap kenyataan yang ada.

Misalnya: banyak anak orang kaya memiliki fasilitas belajar dan pengambangan diri yang diberikan oleh orang tuanya, tetapi dalam kenyataannya tidak walaupun mereka diberi fasilitas yang memadai untuk belajar dan pengembangan diri tetapi mereka mengecewakan orang tuanya karena kurang berhasil dalam belajar dan pengembangan diri, dan sebaliknya banyak anak yang orang tuanya kurang mampu tapi mereka berhasil dalam pengambangan diri, walaupun mereka kurang memiliki fasilitas yang menunjang itu semua bahkan fasilitas yang dimiliki sangat minimal. Jadi pendirian empiristik tidak dapat dipertahankan karena tidak tahan uji terhadap kenyataan yang ada. Tokoh yang paling berpengaruh dalam aliran ini adalah john locke.

3. Pendapat para ahli yang mengikuti pendirian konvergensi dan interaksionisme.

Kedua pendapat yang telah dikemukakan sebleumnya tidak dapat dipertahankan, karena kedua-duanya berat sebelah. Pendirian/aliran yang dianggap mampu mengatasi hal ini adalah aliran konvergensi. Menurut para ahli yang mengikuti pendirian/aliran ini berpendapat, bahwa di dalam perkembangan individu itu baik dari segi nativis ataupun empiric kedua-duanya saling memainkan kepentingan. Bawaan yang ada dalam diri individu sebagai kemungkinan yang telah ada dalam diri setiap individu, tetapi bawaan atau dasar yang ada di dalam masing-masing individu perlu menemukan lingkungan yang sesuai agar bias berkkembang. Jadi dengan berkaitan dengan proses berpikir ini sebaiknya setiap individu menyesuaikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu untuk mengembangkan daya pikirnya terhadap lingkungan di sekitarnya.

Oleh karena itu, factor-faktor yang mempengaruhi proses berpikir dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Faktor intern (endogen)
Factor intern adalah factor-faktor yang berasal dari diri individu yaitu berupa sifat-sifat yang diturunkan oleh kedua orang tua individu, atau factor yang dibawa sejak dalam kandungan dan tidak dapat dirubah. Termasuk didalmnya:
1) Keadaan jasman
2) Tempramen
Klasifikasi tempramen menurut hypocrates
-Darah artinya penuh dengan pengharapan atau sanguine
-Lendir putih artinya tenang atau phlegmatic
-Cairan empedu hitam artinya sedih atau melancholic
-Cairan empedu kuning artinya mudah marah atau colerik
3) Sifat-sifat yang diturunkan oleh orang tuanya baik berupa bakat maupun kecerdasan intelektual

b. Factor ekstern (eksogen)
Factor ekstern (eksogen) adalah factor yang berasal dari luar individu yang berpengaruh terhadap perkembangan individu. Jadi perkembangan berpikir individu dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, seperti: lingkungan pendidikan, bermain/bersosialisasi, tempat tinggal, tempat kerja dan lain sebagainya. 

C. Faktor Pendukung Proses Berfikir

Factor pendukung dalam proses berpikir antara lain:
1.keadaan emosi (kejiwaan) individu yang stabil
2.pendidikan yang diperoleh oleh individu terpenuhi dan sesuai dengan perkembangan individu
3.keadaan lingkungan di sekitar individu yang mendukung dalam proses berpikir
4.perkembangan intelektual individu.
5.Sikap keterbukaan individu terhadap suatu pengetahuan yang baru

D. Faktor Penghambat Proses Berfikir

Factor yang menghambat individu dalam melakukan proses berpikir:
1.individu cenderung berpegang terhadap pikiran-pikiran lama dan sulit untuk menerima pemikiran yang baru.
2.Tidak cukup data (pengetahuan) yang dimiliki individu
3.Sikap memihak yang emosional dan apriori

E. Proses Berfikir

Dalam berpikir melalui beberapa proses yaitu:
1.Pembentukan pengertian
2.Pembentukan pendapat 
3.Pembentukan keputusan
4.Pembentukan kesimpulan

Mengenai proses diatas akan dijelaskan sebagai berikut
1.Pembentukan pengertian 
Pembentukan pengertian artinya dari satu masalah, pikiran kita membuang ciri-ciri tambahan, sehingga tinggal ciri-ciri yang tipis (yang tidak boleh tidak ada) pada masalah itu.

Pengertian adalah hasil berpikir maksudnya suatu alat pembantu berpikir utuk membantu pandangan kongkrit dari kenyataan-kenyataan.

Menurut pembentukannya ada 3 macam pengertian yaitu:
a.Pengertian terbentuk karena pengalaman, maksudnya pengertian itu terbentuk dari pengalaman yang berturut-turut 

Sebagai contoh seorang anak mula-mula mengetahui seekor binatang yakni burung. Kemudian di jalan, di sawah, di rumah teman-temannya, di kebun binatang dilihat bermacam-macam hewan walaupun tidak sama seperti dengan burung yang ada di sangkar rumahnya namun orang-orang menamakannya burung juga, demikianlah karena proses pengalamannya, lambat laun mengetahui bahwa bukan binatang yang dilihat di rumahnya saja yang disebut dengan burung banyak lagi hewan yang dinamakan burung: yang hitam, yang merah, yang kuning, yang biru, yang kepalanya besar, yang tak berekor dan lain-lain, dari sini anak-anak dapat belajar membeda-bedakan apakah ini burung atau bukan, maka timbullah pada anak itu dari pengalamannya pengertian burung.  

b.Pengertian kepercayan maksudnya pengertian itu terbentuk melalui kepercayaan, bukan karena apa-apa dan tidak pernah dialami misalnya pengertian adanya surga dan neraka.

c.Pengertian logis, maksudnya pengertian  ini terbentuk dari satu tingkat ke tingakt yang lain. Pengertian ini terjadi dengan jalan seperti yang dicontohkan sebagai brikut:
Sebagai contoh usaha mengetahui pengertian zat cair
o Menganalisa
Usaha yang dilakukan untuk mengetahui zat cair adalah dengan jalan menganalisa (menguraikan) sifat-sifat zat cair sebaik-baiknya.
o Membanding-bandingkan 
Setelah tahap analisa kemudian membanding-bandingkan sifat-sifat zat yang telah ada dan menetapkan sifat-sifat yang ada pada sekalian zat cair tersebut atau dengan kata lain adalah menetapkan sifat-sifat tertentu.

o Mengabstraksikan
Setelah menetapkan sifat-sifat tertentu kemudian melepaskan sifat-sifat yang tidak tertentu pada zat cair itu (sifat-sifat yang tidak setiap zat cair itu).

o Mengkombinasikan 
Kemudian menggabungakan sifat-sifat tentu yang ada pada setiap zat cair dan menetapkan definisinya. Maka diperoleh definisi bahwa zat cair ialah benda yang  pada derajat panas tertentu dan tekanan tertentu mempunyai volume tetap dan bentuknya sesuai dengan tempat zat cair tersebut tempati

Guna dari pembentukan  pengertian yaitu dengan pengertian-pengertian, kita dapat berpikir dengan teliti, cepat dan benar.

Pengertian juga mempunyai isi dan luas pengertian, yang biasa disebut dengan isi pengertian maksudnya adalah segala ciri-ciri yang tidak boleh tidak ada dalam pengertian itu. Sedangkan yang dimaksud dengan luas pengertian banyaknya tanggapan-tanggapan atau perkara–perkara yang terdapat dalam pengertian tersebut. Dan hubungan dari keduanya adalah berbanding terbalik artinya makin luas suatu pengertian maka isi pengertian semakin sempit dan makin banyak isi pengertian maka luas suatu pengertian semakin sempit. 

Contoh: 
Pengertian manusia.
Pengertian manusia lebih luas dari pada pengertian Gatot,
Tapi pengertian Gatot lebih lebih nyata (lebih banyak ciri-ciri khususnya) dari pada pengertian manusia, sebab pengertian manusia adalah makhluk yang punya pikiran.
  
2.Pembentukan pendapat 
Pembentukan pendapat artinya pikiran kita manggabungkan atau menceraikan beberapa pengertian yang menjadi tanda khas dari masalah itu.

Pendapat terbentuk dari pengertian-pengertian, pendapat juga terbagi menjadi 2 macam yaitu pendapat positif dan pendapat negative.

3.Pembentukan keputusan 
Pembentukan keputusan artinya pikiran kita menggabungkan pendapat-pendapat tersebut atau dalam kata lain mengatakan sesuatu tentang sesuatu. Akan tetapi secara ilmu pengetahuan keputusan menentukan sangkut-paut (hubungan) dengan bantuan bahasa (jadi perbuatan memutuskan merupakan perbuatan berpikir).

Langkah ketiga yaitu berupa pembentukan keputusan, pembentukan keputusan ini ada beberapa macam yaitu:
 Keputusan dari pengalaman-pengalaman, misalnya:
Kemarin paman duduk di kursi panjang
Masjid di kota kami terletak di sebelah alun-alun, dan lain sebagainya
 Keputusan dari pendapat-pendapat, misalnya:
Anjing ini menggigit orang lain
Sepeda saya sudah tua, dan lain sebagainya
 Keputusan dari pengertian-pengertian, misalnya:
Berdusta adalah tidak baik.
Bunga itu indah, dan lain sebagainya.

4.Pembentukan/menarik kesimpulan 
Pembentukan kesimpulan artinya pikiran kita menarik keputusan dari keputusan-keputusan lain. Jadi kesimpulan adalah keputusan yang khusus. Ada 3 macam bentuk kesimpulan yaitu:
a)Kesimpulan induksi
Kesimpulan induksi adalah kesimpulan yang diambil dari keputusan-keputusan khusus untuk mendapatkan suatu yang umum. Misalnya:
Burung gagak bertelur
Burung kakaktua bertelur
Burung jalak bertelur
Maka kesimpulan yang didapat dari keputusan-keputusan khusus diatas adalah burung semuanya bertelur

b)Kesimpulan deduksi
Kesimpulan deduksi adalah kesimpulan yang ditarik dari keputusan yang umum untuk mendapat pengertian yang khusus. Misalnya:
Burung semuanya bertelur
Elang adalah burung
Maka kesimpulan yang didapat dari keputusan umum diatas adalah Burung Elang bertelur.


c)Kesimpulan analogi
Kesimpulan analogi adalah kesimpulan yang ditarik dengan jalan membandingkan suatu situasi dengan situasi yang lain yang telah diketahui.misalnya:
Langit penuh awan bergumpal-gumpal, udara sesak dan panas terasa. “Cepat-cepat kita berjalan, hujan akan segera turun”. Kata Amat kepada temannya. 
Dalam berpikir analogi kerap kali terkandung bahaya yang besar. Misalnya: Ali adalah anak yang pandai, dan adiknya juga anak yang pandai. Jadi Bahar, adiknya yang bungsu, pasti anak yang pandai.

F. Implementasi Proses Berfikir Dalam Kehidupan Sehari-hari

Implementasi dalam kehidupan sehari-hari bias kita lihat dalam kehidupan disekitar kita, misalnya kita dapat melihat pada bayi yang baru lahir, bayi tersebut mula-mula mengenal ibunya, dan mulai proses membedakan antara ibunya dan orang asing disekitarnya disini terjadi proses berpikir seorang anak manusia (bayi) untuk mengetahui ciri-ciri ibunya dan orang lain, dan dalam perkembangan selanjutnya seorang individu mampu berpikir tentang pengetahuan-pengetahuan yang baru saja dialami dan mampu mengambil kesimpulan terhadap pengetahuann yang diperolehnya tersebut. 

BAB III

PENUTUP


Kesimpulan

Kesimpulan yang diperoleh dari bahasan diatas bahwa dalam proses berpikir terdapat factor-faktor yang mempengaruhinya yaitu berupa factor intern (endogen) dan factor ekstern (eksogen). Dan dalam proses berpikir melaui beberapa tahapan yang harus dilalui yaitu pembentukan pengertian, pembentukan pendapat, pembentukan keputusan dan pengambilan kesimpulan sehingga dapat memperoleh kesimpulan akhir yang dapat diungkapkan melalui bahasa lisan.

Daftar Pustaka

Sujanto, Agus. “Psikologi Umum”.  Jakarta: Bumi Aksara. 1993
Gazali, A. “Ilmu Jiwa”. Jakarta: Ganaco NV. 1980
Suryabrata, Summadi. “Perkembangan Individu”. Jakarta: CV.Rajawali. 1982
Hand out Pengantar Psikologi Jurusan Pendidikan Agama Islam Fak. Tarbiyah UIN sunan kalijaga.

No comments:

Post a Comment