Saturday, May 12, 2012

SUKU AUS DAN KHAZRAJ


A. Keadaan Suku Aus dan Khazraj di Yastrib (Madinah) sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW

1. Asal-usul Suku Aus dan Khazraj

Suku Aus dan Khazraj menetap di Yastrib, tempat di mana kaum Yahudi datang lebih awal yang mengambil wilayah-wilayah yang subur dan jernih, hal ini memaksa Aus dan Khazraj menempati wilyah-wilayah gurun Yastrib . Suku Aus dan Khazraj merupakan suku yang berasal dari Yaman , nama “Aus” dan “Khazraj” berasal dari dua orang laki-laki kakak beradik keturunan mereka terbagi menjadi dua golongan , karena suku ini memiliki hubungan dengan Suku Azd yang pindah dari Yaman ke Utara dalam periode yang berbeda, yang paling awal kemungkinan 207 M, ketika Khuza’ah berpindah ke Mekkah .

Sejarawan berpendapat lain menyangkut alasan kepindahan Suku Azd ini, sebagian mempertalikan karena hancurnya bendungan Ma’rib dan banjir al-‘Aram. Yang lain berpendapat perpindahan Suku Azd dikarenakan ketidakstabilan politik dan kehancuran ekonomi akibat dari dominasi Romawi terhadap Laut Hitam. Ini uraian yang lebih mungkin, karena jauh lokasi dam. Di antara anggota Suku Azd yang pindah adalah Suku Aus dan Khazraj yang menetap di Yastrib bersamaan dengan Kaum Yahudi.


2. Keadaan Suku Aus dan Khazraj di Yastrib sebelum hijrah hingga menjelang hijrah Nabi Muhammad SAW.

Keadaan Suku Aus dan Khazraj di Yastrib menjelang datangnya islam telah terjadi pergeseran yang mengacu pada prospek kelompok-kelompok Aus dan Khazraj dan semakin sempitnya peranan Yahudi. Karena pada mulanya kaum Yahudi menguasai dan mendominasi keadaan ekonomi di Yastrib, kaum Yahudi menguasai tanah-tanah terbaik dan oase-oase Taima, Fadak, dan Wadi al-Qura berada dibawah pengawasan Kaum Yahudi hal inilah yang menjadi tantangan bagi Suku-suku Arab (Aus dan Khazraj).

Pada saat kebencian antara kaum Yahudi dengan suku-suku arab semakin tajam, kaum Yahudi menggunakan siasat memecah belah , ternyata siasat ini berhasil, akibatnya terjadi konflik bahkan pertempuran-pertempuran antara kedua suku, dan masing-masing suku mencari sekutu-sekutu mereka. Dalam hal ini para sejarawan berbeda pendapat tentang sekutu dari masing-masing suku, pendapat yang pertama yaitu suku Aus bersekutu dengan Bani Nadhir dan Bani Qainuqa, sedangkan Suku Khazraj bersekutu dengan Bani Quraizhah . Yang kedua, Suku Aus hanya bersekutu dengan Bani Qurizhah dan Suku Khazraj bersekutu dengan Bani Qiunuqa dan Bani Nadhir.

Puncak permusuhan Suku Aus dan Khazraj ditandai dengan pertempuran Bu’ats (617 M) selama lima tahun, tak ada satupun yang mengklaim kemenangan. Akhirnya mereka sepakat untuk mengadakan genjatan senjata (as-Sulh), inilah awal perubahan bukan hanya bagi masyarakat Kota Yastrib tetapi juga dunia lewat hijrah Nabi Muhammad saw ke kota tersebut .

Pada saat perjanjian genjatan senjata inilah mereka sepakat untuk mengangkat seorang pemimpin diantara mereka (Suku Aus dan Khazraj) yaitu Abdullah bin Muhammad dari Suku Khazraj, dia dipilih karena memiliki pengetahuan lebih luas dibandingkan pemimpin yang lain dari kedua suku tersebut. Namun rencana ini tidak berhasil dikarenakan beberapa orang Khazraj melaksanakan Ibadah Haji ke Mekkah. 

Seperti biasanya, Nabi Muhammad saw. menyerukan Islam kepada umat manusia agar manusia tidak melakukan perbuatan syirik. Bagitu pula pada musim haji, Beliau menyerukan dakwah Islamiyah dari tenda yang satu ke tenda yang lain, dari kabilah yang satu ke kabilah yang lain, rombongan dari Yastrib yaitu Suku Aus dan Khazraj pun tidak luput dari dakwah Beliau. Hal ini ditandai dengan adanya pertemuan antara Nabi Muhammad dengan Kabilah yang berasal dari Yastrib (Suku Khazraj) yang berjumlah 6 orang di Mina. Nabi mengajak mereka berbincang-bincang. Sesudah saling bertanya, Nabi mengajak mereka ke tempat yang sunyi, kemudian Nabi membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan menyeru mereka kepada Islam. Dengan segera mereka tertarik dan percaya kepada Nabi saw., beserta apa yang di serukan dan dibacakan .

Kemudian rombongan yang telah melaksanakan haji tersebut kembali ke Yastrib dan mereka menyiarkan keislaman kepada penduduk Yastrib, mereka menceritakan adanya Nabi terakhir yang dibangkitkan di Kota Mekkah. Oleh sebab itu Nabi Muhammad terkenal di Kota Yastrib

Kemudian pada tahun berikutnya mereka kembali ke Mekkah untuk beribadah haji kembali, mereka berangkat dengan 12 orang yaitu dua orang dari Aus dan sepuluh orang dari Khazraj. Mereka mengadakan baiat terhadap Nabi di Bukit Aqobah yang kemudian dikenal dengan perjanjian Aqobah pertama, dan pada musim haji berikutnya rombongan dari Yastrib yaitu yang berasal dari Suku Aus dan Khazraj datang kembali, kali ini rombongan ini berjumlah 73 orang laki-laki dan 2 orang perempuan yang terdiri dari 11 orang dari Suku Aus dan 64 orang dari Suku Khazraj . 

Setelah perjanjian aqobah kedua inilah Nabi memantapkan untuk hijrah ke Yastrib, dan beliau memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk hijra ke Kota Yastrib. Maka pada tanggal yang telah ditentukan Nabi pun hijrah bersama dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq setelah orang-orang islam yang berada di Makkah hjrah ke kota tersebut.

B. Kondisi Suku Aus dan Khazraj setelah hijrah Nabi Muhammad SAW.

Kepindahan Nabi Muhammad Saw. dari Mekkah ke Yastrib berdampak pada berbagai sector. Dengan hijrahnya nabi maka Kota Yastrib berganti nama menjadi Madinatun Nabiy. Dan selanjutnya lebih dikenal dengan nama Kota Madinah. Hal ini juga berimbas kepada hubungan antara dua suku besar yaitu Aus dan Khazraj, mereka yang telah berabad-abad lamanya bermusuhan, setelah memeluk islam, lenyaplah rasa permusuhan dari dada mereka masing-masing.

Keadaan Suku khazraj dan Aus menjadi sangat penting, karena mereka menjadi pelindung para Muhajirin di tanah Madinah, oleh karena itu mereka dinamakan Kaum Anshar. Setiap orang Anshar mengajak saudara seorang Muhajirin untuk tinggal dirumahnya. Hal itu menandakan betapa solid dan hebatnya rasa persaudaraan orang Anshar dan Muhajirin.

Kesimpulan

Suku Aus dan Khazraj merupakan Suku Arab yang berasal dari wilayah Arab Selatan (Yaman), nama ini diambil dari nama kakak-beradik nenek moyang suku Aus dan Khazraj, Suku Aus dan Khazraj pindah ke daerah utara (Yastrib) mengikuti Suku Azd dikarenakan berbagai alasan, yaitu:
1. Jebolnya bendungan Ma’rib dan banjir Al-‘aram
2. Ketidakstabilan politik dan kehancuran ekonomi akibat dominasi Kerajaan Romawi di Laut Hitam
Namun, Keadaan mereka saling bertentangan antara Suku Aus dan Yahudi dikarenakan persaingan keduanya serta politik pecah belah orang-orang Yahudi yang ingin mendominasi kota itu, salah satunya di bidang ekonomi.
Menjelang kedatangan Nabi di Yastrib, Suku Aus dan Khazraj terlibat peperangan panjang selama 5 tahun dan antara keduanya tidak ada pihak yang mengklaim kemenangan. Peristiwa tersebut terjadi di Buats, dan berakhir dengan pejanjian genjatan senjata.

Setelah perjanjian itu, masing-masing dari kedua suku itu mencari sekutu, yang pada akhirnya mereka sampai di Mekkah.
Pada Musim Haji, banyak orang yang berziarah ke Mekkah. Pada saat itulah kesempatan Nabi untuk memperkenalkan (menyebarkan) agama islam kepada khalayak ramai. Suku Aus dan Khazraj yang kebetulan sedang melaksanakan haji tertarik dengan Agama yang dibawa Nabi dan mereka mengadakan perjanjian dengan Nabi.

Perkembangan islam di Madinah dirasa sangat menjanjikan untuk berkembang. Dan kedua suku itu menginginkan seorang pemimpin, maka mereka meminta Nabi untuk hijrah ke Yastrib. Nabi pun hijrah atas dasar perintah Allah.
Setelah peristiwa hijrah itu, Suku Aus dan Khazraj yang tinggal di Yastrib dinamakan Kaum Anshar dan Kota Yastrib berganti nama menjadi Madinatun Nabiy. Selanjutnya disebut dengan Madinah

Dartar Pustaka

Diya’ al-Umari, Akram. 1994.Masyarakat Madinah pada Masa Rasulullah. Jakarta: Media Da’wah.
Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. 1993.  Ensiklopedi Islam. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.
Chalil, Munawwar.  2001. Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad saw. I. Jakarta: Gema Insani.
K. Hitti, Phiip. 2010. History of the Arabs. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta.  
Nasution, Harun. Dkk. 1992. Ensklopedi Islam IndonesiA. Jakarta: Djambatan.

No comments:

Post a Comment